PORKAS & SDSB: Budaya Judi yang Pernah Dilegalisasi di Indonesia

mpp-usa.com – Menjelang perhelatan pertandingan olahraga besar seperti Asian Games 2018 tahun lalu, biasanya marak sekali pihak-pihak yang mengambil kesempatan untuk meraih keuntungan dengan memberikan pelayanan permainan judi atau taruhan olahraga. Meski Indonesia sudah terkenal sebagai negara yang melarang segala macam aktifitas perjudian, namun tetap saja tidak dapat membendung keinginan para penggemar judi untukĀ  menginvestasikan uangnya di dalam kegiatan mengadu peruntungan ini.

PORKAS & SDSB: Budaya Judi yang Pernah Dilegalisasi di Indonesia

Sejarah perjudian Indonesia tidak hanya terjadi dalam setahun atau dua tahun, kegiatan ini sudah dilakukan oleh masyarakat nusantara sejak nenek moyang dulu. Bahkan dalam sejarah Indonesia setelah kemerdekaan, perjudian sempat dilegalkan dan menjadi permainan yang lumrah untuk dimainkan oleh berbagai lapisan masyarakat.

Legalisasi Perjudian di Indonesia

Meski mengundang berbagai kontroversi dan pertentangan terutama dari pihak ulama di Indonesia, kenyataannya perjudian pernah dijadikan kegiatan legal. Tepatnya oleh pemerintah daerah DKI Jakarta yang saat itu dipimpin oleh Gubernur Ali Sadikin, kegiatan yang diharamkan saat ini digunakan sebagai sumber pemasukan bagi pemerintah untuk membangun infrastruktur daerah.

Sebagai dampaknya, di Jakarta mulai menjamur beberapa rumah judi dan kasino. Hal yang diprediksikan oleh gubernur yang akrab disapa Bang Ali pun menjadi nyata. Pendapatan DKI yang hanya 66 juta rupiah mengalami kenaikan yang signifikan hingga 89 miliar hanya dalam waktu 10 tahun.

PORKAS & SDSB: Budaya Judi yang Pernah Dilegalisasi di Indonesia Dulu

Tidak hanya judi kasino, ternyata kegiatan judi yang dilegalkan juga meliputi taruhan olahraga seperti Toto (sekarang Togel) dan Nalo (Nasional Lotre).

Nama-nama seperti Porkas dan SDSB sudah tidak asing di telinga masyarakat. Isitilah ini digunakan sebagai sebutan untuk kegiatan judi dan taruhan olahraga yang diadakan pada pemerintahan order baru untuk menghimpun dana pelaksanaan kompetisi olahraga seperti PON.

Kegiatan judi ini terus berlangsung dan digemari banyak orang karena bisa memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Pemerintah juga sempat mengadakan penelitian untuk mendukung legalisasi judi di Indonesia agar tidak menimbulkan ekses judi dan hanya bersifat tebak-tebakan. Tapi usaha tersebut tidak membuahkan hasil dan semua kegiatan judi secara resmi diharamkan pada tahun 1993 hingga akhirnya banyak para bandar judi berubah haluan dengan mengubah bisnisnya menjadi judi online.